Valorant Ingin Tambahkan 30 Agents Sebelum Menambahkan Sistem Ban

Sejak diluncurkan pada Juni 2020, Riot Games dengan rajin menyeimbangkan permainan dan memperkenalkan agent baru mereka didalamnya. Namun, salah satu hal terpenting yang terlewatkan adalah fitur Ban Sistem Agent selama pertandingan.

Sejak saat itu banyak pemain yang bertanya-tanya, namun sekarang Riot mengkonfirmasi bahwa sistem ban tersebut dapat ditambahkan, tapi tidak akan hadir dalam waktu dekat.

Dalam wawancaranya tentang potensi sistem ban, pengembang mengatakan jika sistem ban dihadirkan, itu mungkin butuh setidaknya 30 agent didalamnya. Pengembang melanjutkan bahwa akan sistem ban tersebut akan bergantung kepada para pemain apakah merugikan atau tidak.

“Sistem ban dihadirkan, tapi apakah sebenarnya bisa lebih baik?” Kata Smith, Perancang game Valorant.

Baca juga: Hazelight Studio Berpikir Pembuatan Game “Single Player” Lebih Susah Dibandingkan “Multiplayer”

Walaupun begitu, Riot Games, pengembang game Valorant, juga pernah menghadirkan sistem ban didalam salah satu gamenya, League of Legend dengan sistem “Draft Pick”-nya. Jadi kemungkinan sistemnya akan sama. Meskipun begitu, Riot tetap akan mencari ide lainnya agar tidak merugikan pertandingan.

Bagi yang belum tahu gim Valorant, ia merupakan game shooter berbasis hero. Perpaduan antara game Counter Strike dan Overwatch atau mungkin LOL. Valorant akan mempertemukan dua tim yang terdiri lima agent dalam 25 pertandingan putaran. Tim pertama yang mengambil 13 pertandingan pertama maka ialah pemenangnya.

Jadi bagaimana menurut kalian, apakah sistem ban merugikan atau tidak???

VALORANT tersedia di PC.

Bagikan